Ayam Bakar Si Buncit Diliput Tabloid

Jujur aja, sebenarnya Bang Badi sedikit ragu untuk menulis artikel ini karena takut dibilang sombong atau belagu. Bang Badi pada dasarnya adalah orang yang pemalu dan rendah hati, jadi kalau disuruh menulis sesuatu yang sifatnya menyombongkan diri jadi agak kurang pede. Ha-ha-ha. Apa lo ikutan ketawa?

Seperti yang sudah kamu tahu, Bang Badi itu sudah lumayan beken dan ngetop di antara cewek-cewek muda Jakarta. Nah, makanya pas ada wartawan mau ngeliput Ayam Bakar Si Buncit Bang Badi agak malu-malu kampret gitu, takut makin banyak penggemar. Ha-ha-ha. Ketawa lagi. Tapi karena Bang Badi seorang yang baik hati akhirnya Bang Badi dengan rela dan senang hati menerima kedatangan wartawan dari tabloid Info Kecantikan. Awalnya Bang Badi agak heran, kok tabloid Info Kecantikan mau meliput Ayam Bakar Si Buncit, Info Kecantikan dari mananya yah.

Seorang wartawan yang mengaku bernama Cici akhirnya datang pada Sabtu kemarin tanggal 15 Desember. Mba Cici ternyata sangat berambisi untuk mengetahui resep rahasia di balik menu utama Bang Badi yaitu Ayam Bakar Si Buncit. Ketika ditanya apa sebenarnya Ayam Buncit, Bang Badi menjelaskan bahwa Ayam Bakar Si Buncit adalah menu khas dari Ende, Flores yang resepnya sudah turun-temurun dari generasi ke generasi. Pokoknya, benar-benar menu istimewa.

Ketika mencicip Ayam Bakar Si Buncit Mba Cici terkagum-kagum. Ia mengaku (mudah-mudahan gak bohong) kalau Ayam Bakar Si Buncit rasanya sangat khas dan berbeda, ia merasa bumbu Ayam Bakar Si Buncit sangat meresap dan pas banget. Bang Badi menjelaskan lagi kalau ukuran ayam dari Ayam Bakar Buncit lebih besar dari ayam-ayam bakar lainnya, namanya juga buncit (bukan hamil, red) dan di dalamnya ada keju yang sangat menggoda selera. Yang makan juga jadi buncit, ha-ha-ha.

Tunggu hasil scan artikelnya yah.

Advertisements

Bang Badi Masuk Tipi Mak!

img0116a.jpgTanggal 28 November 2007 yang lalu Bang Badi mendapat tamu istimewa: Kru Trans 7! Mereka datang untuk meliput warungnya Bang Badi. Keren gak tuh?

Ada empat orang yang datang berkunjung, yaitu tiga kru TV dan satu pengemudi. Tujuan kehadiran mereka adalah untuk meliput salah satu menu pelengkap istimewa Bang Badi yaitu Bunga Pepaya untuk program Asal-Usul di Trans 7. Walau terlambat satu jam, para kru tetap semangat dalam menyelesaikan liputan mereka. Awalnya presenter dari Trans 7 mencoba menumis bunga pepaya yang sudah disiapkan, tapi karena takut terkena cipratan minyak akhirnya ia menyerahkan tugas memasak kepada salah satu karyawan Bang Badi. Dikira masak gampang apa? He-he. Setelah bunga pepaya selesai ditumis, bunga pepaya disajikan dengan singkong kukus yang telah dicampur dengan kelapa. Kombinasi ini adalah ciri khas makanan dari Ende Flores, Nusa Tenggara Timur.

Begitu menu sudah siap untuk disantap, para kru tampak girang. Mereka sudah tidak sabar mencicipi menu yang menggoda selera tersebut. Mas pengemudi yang dari tadi kelihatan tidak sabar ikutan sumingrah penuh arti. Mungkin di dalam hati ia berkata, “Akhirnya, makaaan juga!” Ketika ditanya Bunga Pepayanya mau ditemani dengan ikan atau ayam si Mas pengemudi menjawab, “Ayam bakar Bang!” Salah satu pelayan Bang Badi kembali bertanya, “Yang paha apa dada Mas?” Si Mas pengemudi berkata, “Apa aja yang penting enak.” Para kru TV (camera man & presenter) tidak mau ketinggalan, mereka memesan menu-menu lain seperti mie ayam, Roti Goreng Coklat Keju, dan Ikan Kuah Belimbing. Mereka makan dengan sangat lahapnya, saking lahap dan serunya mereka menikmati menu makanan Bang Badi jadi bingung sendiri, apa makanannya yang enak banget atau merekanya aja yang emang maruk? He-he-he. Yang pasti Bang Badi happy-happy aja, yang penting semua senang dan bahagia.

Keringat terlihat mengucur di wajah mereka akibat sambal yang mungkin terasa begitu pedas, tapi tampaknya mereka tetap menikmati menu yang telah dipesan. Ketika ditanya, “Pedes yah Mas?” Salah satu dari mereka langsung menyahut sambil nyengir kuda, “Pedes banget, tapi mantaap!”

Catatan: Tulisan di atas dibuat bukan sekedar untuk berpromosi, tapi memang kenyataan bahwa mereka merasa menu-menu Bang Badi enak tenan! Ha-ha-ha. Sumpee deh.